Selamat datang di blog ali-mahdali.blogstpot.com, kali ini penulis memposting artikel yang berjudul Routing Statis dalam jaringan yang mana artikel ini dapat kalian akses melalui alamat : https://ali-mahdali.blogspot.com/2020/10/routing-statis-dalam-jaringan.html,
tanpa basa-basi yuk disimak artikelnya dibawah ini. Selamat membaca
Routing Statik yaitu routing yang konfigurasinya harus dilakukan secara manual, administrator jaringan harus memasukkan atau menghapus rute statis jika terjadi perubahan topologi. Pada jaringan skala besar, jika tetap menggunakan routing statis, maka akan sangat membuang waktu administrator jaringan untuk melakukan update table routing. Karena itu routing statis hanya mungkin dilakukan untuk skala kecil. . Sedangkan routing dinamis bisa diterapkan di jaringan skala besar dan membutuhkan kemampuan lebih dari administrator.
Cara kerja routing statis dapat dibagi menjadi 3 bagian:
a) Administrator jaringan yang mengkonfigurasi router
b) Router melakukan routing berdasarkan informasi dalam tabel routing
c) Routing statis digunakan untuk melewatkan paket data
Seorang administrator harus menggunakan perintah ip route secara manual untuk mengkonfigurasi router dengan routing statis.
Untuk lebih jelasnya kita lihat gambar dan pembahasannya di bawah ini:
Gambar 2.3 contoh topologi routing statis
1. Technical Order
a. Router ke router : Serial
b. Router ke switch : FastEthernet (boleh pake Ethernet tapi lebih cepat FastEthernet)
c. Switch ke PC : FastEthernet
d. Konektor yang warna merah menggunakan Serial DTE
e. (recommended) Sebaiknya menggunakan Routers yang Generic (Router PT) agar kita tidak perlu menambahkan modul pada komponen router. f. (recommended) Untuk Switches gunakan Generic (Switch-PT) g. Konfigurasi ini menggunakan CLI (command-line interface)
2. Setting Router
Kali ini kita beri nama Router 0 adalah “Sterling“, Router 1 adalah “Hoboken“, dan Router 2 adalah “Waycross“ kita bisa memberi nama router tersebut melalui config>global setting>display name selain itu kita juga bisa mengganti nama hostname (config>global setting>hostname) sesuai yang kita inginkan,disini kita beri nama sama dengan nama router diatas.
Gambar 2.4 Setting Nama Router
a. Sterling (setting 1 serial, 1 FastEthernet)
Sterling>en // enable
Sterling #conf t //configure terminal
Sterling (config)#int fa0/0 //setting interface dari router ke switch Sterling (config-if)#ip add 172.16.1.1 255.255.255.0 //setting IP dan subnet mask
Sterling (config-if)#no shut //mengaktifkan setting diatasnya
Sterling (config-if)#ex //exit
Sterling (config)#
Sterling (config)#int s2/0 //setting interface serial di Sterling Sterling (config-if)#ip add 172.16.2.1255.255.255.0
Sterling (config-if)#no shut
Sterling (config-if)#ex
b. Hoboken (setting 2 serial, 1 FastEthernet)
Hoboken >en
Hoboken #conf t
Hoboken (config)#int fa0/0
Hoboken (config-if)#ip add 172.16.3.1 255.255.255.0 Hoboken (config-if)#no shut
Hoboken (config-if)#ex
Hoboken (config)#
Hoboken (config)#int s2/0
Hoboken (config-if)#ip add 172.16.2.2 255.255.255.0 Hoboken (config-if)#no shut
Hoboken (config-if)#ex
Hoboken (config)#
Hoboken (config)#int s3/0
Hoboken (config-if)#ip add 172.16.4.1255.255.255.0
Hoboken (config-if)#no shut
Hoboken (config-if)#e
c. Waycross (setting 1 serial, 1 FastEthernet)
Waycross >en
Waycross #conf t
Waycross (config)#int fa0/0
Waycross (config-if)#ip add 172.16.5.1255.255.255.0 Waycross (config-if)#no shut
Waycross (config-if)#ex
Waycross (config)#
Waycross (config)#int s2/0
Waycross (config-if)#ip add 172.16.4.2255.255.255.0 Waycross (config-if)#no shut
Waycross (config-if)#ex
Sterling:
Sterling (config)#ip route 172.16.3.0 255.255.255.0 172.16.2.2 Sterling (config)#ip route 172.16.5.0 255.255.255.0 172.16.2.2 Hoboken :
Hoboken (config)#ip route 172.16.1.0 255.255.255.0 172.16.2.1 Hoboken (config)#ip route 172.16.5.0 255.255.255.0 172.16.4.2 Waycross:
Waycross (config)#ip route 172.16.1.0 255.255.255.0 172.16.4.1 Waycross (config)#ip route 172.16.3.0 255.255.255.0 172.16.4.1
3. Memberi IP pada masing-masing PC
a. Klik image PC
b. Klik Tab Desktop
c. Pilih IP Configuration
d. Ulangi hingga PC5
Gambar 2.5 Pemberian IP pada PC
Daftar IP Address dan Default Gateway :
Gambar 2.6 Daftar IP address dam default gateway
Semua sudah terkonfigurasi,setelah itu kita ping pada masing-masing PC/Router,seperti pada contoh di bawah ini.
Gambar 2.7 Hasil konfigurasi
Terimakasih atas kunjungan Anda dan Karena telah sudi membaca artikel yang berjudul Routing Statis dalam jaringan.Tak Lengkap Rasanya Jika Kunjungan Anda di Blog ini Tanpa Meninggalkan Komentar, untuk Itu Silahkan Berikan Kritik dan saran Pada Kotak Komentar di bawah. Anda boleh menyebarluaskan atau mengcopy artikel Routing Statis dalam jaringan ini jika memang bermanfaat bagi anda, namun jangan lupa untuk mencantumkan link sumbernya. Terima Kasih, Happy Blogging :)
EmoticonEmoticon